Perjalanan Hidup Tgk Jinieb: Dari Medan Perang ke Parlemen Aceh Utara
Perjalanan hidup Razali, yang lebih dikenal dengan sapaan Tgk Jinieb, tidak pernah berjalan mulus. Ia menghadapi berbagai tantangan sejak awal kehidupannya. Dari ruang-ruang sederhana di dayah hingga medan konflik bersenjata di rimba pase, ia terus melangkah dan akhirnya duduk di kursi parlemen sebagai Ketua Komisi V DPRK Aceh Utara.
Lahir pada September 1979 di Meunasah Merbo, Tgk Jinieb tumbuh dalam lingkungan religius. Pendidikannya dimulai di Dayah Malikussaleh, kemudian dilanjutkan di Dayah Mudi Mesra Samalanga antara tahun 1994 hingga 1998. Fase ini menjadi fondasi keislamannya yang kuat serta membentuk karakter kepemimpinannya yang khas.
Namun, jalan hidupnya berubah ketika konflik Aceh memuncak. Pada tahun 1999, ia bergabung dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Di sana, Tgk Jinieb bukan hanya anggota biasa. Ia dipercaya untuk memegang peran strategis sebagai Komandan Regu (Danru) di sejumlah pasukan seperti Singa Bate, Singa Itam, hingga Pasukan Tengkorak Hitam—sebuah unit yang dikenal memiliki mobilitas tinggi dan peran penting dalam operasi gerilya.
Rentang tahun 2001 hingga masa damai menjadi fase paling keras dalam hidupnya. Disiplin, loyalitas, dan keberanian diuji di tengah tekanan konflik. Namun, sejarah berubah setelah penandatanganan MoU Helsinki pada tahun 2005. Seperti banyak eks kombatan lainnya, Tgk Jinieb beralih ke medan baru, yaitu perjuangan politik.
Sejak tahun 2009 hingga 2023, ia menjabat Panglima Sagoe Kuta Piadah Daerah IV Tgk Chik Ditunong di wilayah Samudra Pasee. Selama periode yang sama, ia juga dipercaya sebagai Ketua Tuha Peut di Gampong Meunasah Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye. Dua posisi ini menunjukkan transformasinya dari komandan lapangan menjadi tokoh masyarakat yang mengurus masalah sosial dan pemerintahan gampong.
Kedekatan dengan masyarakat inilah yang menjadi modal utamanya ketika terjun ke politik elektoral. Pada Pemilu Legislatif 2024, Tgk Jinieb maju dari dapil Aceh Utara-6 melalui Partai Aceh. Ia berhasil meraih 3.599 suara cukup untuk mengamankan kursi di DPRK Aceh Utara periode 2024–2029.
Kini, sebagai Ketua Komisi V, ia mengemban tanggung jawab yang luas: pendidikan, kesehatan, sosial, perlindungan anak, hingga syariat Islam dan kepemudaan. Bidang-bidang yang ia tangani bukan sekadar administratif, tetapi menyentuh langsung kehidupan masyarakat sehari-hari.
Dalam visinya, Tgk Jinieb ingin menghadirkan Aceh Utara yang sehat, cerdas, dan sejahtera, tanpa meninggalkan nilai-nilai syariat Islam. Misinya pun konkret, yaitu meningkatkan kualitas layanan kesehatan, memperkuat pendidikan dan dayah, melindungi anak, hingga mendorong peran pemuda dan sektor pariwisata.
Salah satu langkah nyata yang menandai kiprahnya adalah ikut keterlibatannya dalam memperjuangkan status 8.094 tenaga honorer menjadi PPPK paruh waktu. Bagi Jinieb, perjuangan tidak pernah berhenti, hanya berganti bentuk. Jika dulu ia berjuang dengan senjata di medan konflik, kini ia melanjutkan perjuangan itu melalui kebijakan, pengawasan, dan keberpihakan pada masyarakat.
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."











