Kehilangan Calon Pengantin di Palembang
Seorang calon pengantin wanita bernama Candika (22) dilaporkan hilang tiga bulan sebelum rencana pernikahannya. Kejadian ini terjadi di Palembang, dan saat ini pihak keluarga sedang berusaha mencari keberadaannya.
Candika adalah warga Jalan Jepang, Kecamatan Kertapati, Palembang. Ia akan menggelar resepsi pernikahan pada Juli 2026 mendatang. Menurut laporan ayahnya, Maden (57), anaknya terakhir kali dilihat di rumah pada Kamis (9/4/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, Candika pamit pergi bekerja.
“Anak saya pamit dari rumah pagi hari hendak pergi bekerja,” ujar Maden saat membuat laporan ke Polrestabes Palembang, Jumat (10/4/2026).
Namun, hingga sore dan malam hari, Candika tidak kembali ke rumah. Keluarga menunggu dengan cemas, tetapi tidak ada kabar dari sang anak. Maden mencoba mencari keberadaan Candika di rumah teman-temannya dan keluarga, tetapi tidak menemukan informasi apapun.
“Saya cari, Pak, di rumah teman-teman anak saya dan keluarga, namun mereka tidak mengetahui keberadaan anak saya,” katanya.
Maden juga menyatakan bahwa tidak ada permasalahan besar antara dirinya dan anaknya. Namun, ia mengakui bahwa permasalahan kecil antara orang tua dan anak memang sering terjadi.
“Pulanglah, Nak, ke rumah, karena sudah tunangan dan hendak menikah bulan Juli ini. Ayah sayang Candika,” ucap Maden sambil berharap kepada masyarakat Kota Palembang yang mengetahui keberadaan Candika untuk segera memberikan informasi ke nomor 083865520639.
Kasus Kehilangan Lain di Sungai Brantas
Selain kasus Candika, ada juga laporan tentang kehilangan seorang perempuan bernama Cindy (26). Ia merupakan warga Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru. Cindy dilaporkan hilang di Sungai Brantas pada Jumat (10/4/2026).
Menurut laporan dari Komandan Tim SAR dari Pos Basarnas Trenggalek, M Jazuli Prasetyo, Cindy diduga tercebur ke aliran sungai setelah dilaporkan hilang sejak Kamis (9/4/2026). Warga menemukan sebuah tas milik korban di tepi sungai yang biasa digunakan para pemancing.
“Ada tas milik korban yang tertinggal di tepi aliran Sungai Brantas. Dari situ warga meyakini korban terjatuh ke sungai,” jelas Jazuli.
Pencarian terhadap Cindy dimulai oleh keluarga sejak kemarin, tetapi tidak berhasil menemukan keberadaannya. Pada pukul 13.00 WIB, keluarga melapor kehilangan Cindy. Upaya pencarian melibatkan warga dan pihak terkait, tetapi tidak membuahkan hasil.
Operasi SAR resmi dimulai Jumat pagi dengan menurunkan dua perahu karet milik BPBD Tulungagung dan Basarnas. Pencarian difokuskan di sekitar lokasi kejadian, dan kemungkinan akan diperpanjang sampai radius 2-5 kilometer menggunakan perahu karet.
Tim pencari terdiri dari personel Koramil dan Polsek Kedungwaru, ditambah warga serta potensi SAR. Namun, proses pencarian menghadapi kendala karena arus Sungai Brantas sangat deras dan banyak percabangan aliran akibat delta sungai.
Selain itu, sepanjang aliran juga banyak pohon bambu ori atau bambu duri yang carangnya menjulur dan jatuh ke sungai. Carang bambu ini dimungkinkan menjadi penghalang proses pencarian.
“Kami juga mengantisipasi obstacle (penghalang) sepanjang aliran Sungai Brantas yang dilewati tim SAR,” pungkas Jazuli.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











