"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"
Hukum  

Nasib Dany Beler dan Ben Dhanio, Ikuti Jejak Pandji Pragiwaksono?

Pandji Pragiwaksono Diperiksa Terkait Laporan Hukum dari Materi Stand-Up Comedy “Mens Rea”

Komika ternama, Pandji Pragiwaksono, diperiksa di Polda Metro Jaya pada 6 Februari 2026 terkait enam laporan hukum yang mengkritik materi stand-up comedy-nya dalam pertunjukan “Mens Rea”. Sebelumnya, dua komika pembuka atau opener Pandji di acara tersebut, yaitu Dany Beler dan Ben Dhanio, telah lebih dulu diperiksa sebagai saksi.

Pandji hadir untuk memberikan klarifikasi di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, didampingi kuasa hukumnya, Haris Azhar. Ia memilih untuk tidak banyak berkomentar, tetapi berjanji akan menyampaikan hasil klarifikasi setelah proses selesai. Selain itu, ia juga siap membagikan informasi tentang pertemuannya dengan pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang berlangsung pada 3 Februari 2026.

Proses Pemeriksaan dan Penyelidikan

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan bahwa penyidik telah memeriksa dua orang saksi, yakni DWN dan AAD. Keduanya diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi dan diketahui berperan sebagai pembuka acara (opener) pada kegiatan Mens Rea.

Pemeriksaan difokuskan pada klarifikasi penyelenggaraan acara, rangkaian kegiatan, serta materi yang disampaikan. Menurut Budi, proses ini bertujuan untuk mendalami laporan-laporan yang masuk dan memastikan bahwa semua pihak terlibat dapat memberikan keterangan secara lengkap.

Haris Azhar, kuasa hukum Pandji, menegaskan bahwa proses klarifikasi ini bukan hanya soal penyidik meminta keterangan dari Pandji, tetapi juga menjadi ruang bagi kliennya untuk memahami secara detail laporan-laporan yang ditujukan kepadanya.

Rincian Enam Laporan Hukum

Polda Metro Jaya mencatat, terdapat enam laporan yang mempermasalahkan materi Mens Rea. Berikut rinciannya:

  1. Laporan Pertama

    Dilayangkan oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah, diwakili koordinatornya Rizki Abdul Rahman Wahid. Laporan ini teregistrasi dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/Polda Metro Jaya tertanggal 8 Januari 2026.

  2. Laporan Kedua

    Masuk dua hari kemudian dalam bentuk aduan masyarakat (dumas) dari seorang pelapor berinisial BU.

  3. Laporan Ketiga

    Sepekan setelah laporan pertama, pelapor berinisial FW turut melaporkan Pandji dan bergabung dalam barisan pelapor pada 16 Januari 2026.

  4. Laporan Keempat

    Dilayangkan oleh seorang pemuka agama dari Front Pembela Islam (FPI), Ustadz Habib Novel Chaidir Hasan atau Novel Bamukmin, sehari setelah laporan FW.

  5. Laporan Kelima

    Datang dari Majelis Pesantren Salafiyah (MPS) Banten melalui pengurusnya, Sudirman, yang mengaku tersinggung dengan materi Mens Rea.

  6. Laporan Keenam

    Pada hari yang sama, seorang pelapor berinisial F juga membuat laporan polisi dengan substansi serupa.

Menurut Budi, keenam laporan tersebut menjerat Pandji dengan dugaan penghasutan dan penghinaan agama. Pasal yang digunakan antara lain:
– Pasal 300 dan/atau 301 KUHP baru
– Pasal 242 dan/atau 243 KUHP baru
– Pasal 28 Undang-Undang ITE

Sejauh ini, polisi telah memeriksa 10 orang, terdiri dari pelapor dan saksi. Penyidik juga akan meminta keterangan sejumlah ahli, termasuk ahli bahasa dan ahli ITE, untuk menilai substansi materi yang dilaporkan.

Profil Pertunjukan “Mens Rea”

“Mens Rea” adalah pertunjukan stand-up comedy spesial komika Pandji Pragiwaksono yang tayang di Netflix sejak 27 Desember 2025 dan menjadi viral. Pertunjukan ini bahkan berhasil menduduki peringkat pertama kategori TV Shows di Netflix.

“Mens Rea” viral karena materi Pandji Pragiwaksono yang kocak dan berani. Dalam pertunjukan itu, Pandji banyak mengulas isu sosial dan politik yang sedang hangat. Ia menghadirkan sudut pandang observasional yang tajam, lugas, dan berani.

Lewat materinya, Pandji mengkritik kekacauan dinamika politik setelah Pemilu 2024. Perilaku dan sikap pejabat publik menjadi salah satu sasaran utama pembahasannya. Sejumlah figur berpengaruh yang biasanya dianggap sensitif turut disentuh secara terbuka, termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Presiden Prabowo Subianto, hingga artis sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad.

Topik-topik yang diangkat dipandang selaras dengan realitas demokrasi di Indonesia saat ini. Seluruh gagasan tersebut dikemas dalam bentuk komedi satire yang cerdas. Sajian humornya tidak sekadar memancing tawa, tetapi juga merangsang penonton untuk berpikir kritis.

Dian Sasmita

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *