"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Identitas 22 Korban Kebakaran Gedung Terra Drone Diketahui Melalui RS Polri

Proses Identifikasi Korban Kebakaran Gedung Terra Drone

RS Polri Kramat Jati telah menyelesaikan proses identifikasi seluruh 22 korban kebakaran yang terjadi di Gedung Terra Drone, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Hingga Rabu (10/12/2025) sore, seluruh jenazah telah berhasil dikenali melalui berbagai metode seperti sidik jari, gigi, catatan medis, dan properti.

Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen Pol Prima Heru Yulihartono menyampaikan bahwa pihaknya mengutamakan ketelitian dan ketepatan dalam proses identifikasi. “Kami minta maaf apabila ada yang kurang berkenan karena kami tidak ingin semena-mena ingin cepat,” ujarnya.

Kabid Yan Dokpol RS Polri Kramat Jati, Kombes Pol Ahmad Fauzi menjelaskan detail dari identifikasi beberapa jenazah. Contohnya:

  • Jenazah nomor 011 cocok dengan data antemortem nomor 010 teridentifikasi sebagai Asifa Mulandar, perempuan 25 tahun warga Babelan, Bekasi berdasarkan sidik jari, catatan medis, dan properti.
  • Jenazah nomor 012 cocok dengan data antemortem nomor 019 teridentifikasi sebagai Siti Saadah Ningsih, perempuan 24 tahun, alamat Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat berdasarkan sidik jari, catatan medis, dan properti.
  • Jenazah nomor 013 cocok dengan data antemortem nomor 002 teridentifikasi sebagai Emilia Salim Tan, perempuan 43 tahun, alamat Sawah Besar, Jakarta Pusat. Teridentifikasi berdasarkan sidik jari dan catatan medis.
  • Jenazah nomor 014 cocok dengan data antemortem nomor 004 teridentifikasi sebagai Ervina, perempuan 25 tahun, alamat Jagakarsa, Jakarta Selatan, berdasarkan pemeriksaan sidik jari, gigi, catatan medis, dan properti.
  • Jenazah nomor 015 cocok dengan data antemortem 007 teridentifikasi sebagai Candra Fajriati Hasanah, perempuan 19 tahun, alamat Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Teridentifikasi berdasarkan sidik jari, gigi, dan properti.
  • Jenazah nomor 016 cocok dengan data antemortem 015 teridentifikasi sebagai Tasya Larasati Ramdani, perempuan 25 tahun, alamat Rawalumbu, Bekasi. Teridentifikasi berdasarkan sidik jari, gigi, medis, dan properti.
  • Jenazah nomor 017 cocok dengan data antemortem 012. Teridentifikasi sebagai Sendi Wijaya, laki-laki, 32 tahun, alamat Menteng, Jakarta Pusat. Teridentifikasi berdasarkan sidik jari, gigi, medis, dan properti.
  • Jenazah nomor 018 cocok dengan data antemortem 013. Teridentifikasi sebagai Raihansyah Pinago Sipahutar, laki-laki, 24 tahun, alamat Tapos, Depok. Teridentifikasi berdasarkan sidik jari, gigi, dan catatan medis.
  • Jenazah nomor 019 cocok dengan data antemortem 014 teridentifikasi sebagai Cintia Leni Nova Resa, perempuan 29 tahun, alamat Sidomulyo, Lampung Selatan, berdasarkan sidik jari, gigi, catatan medis, dan properti.
  • Jenazah nomor 020 cocok dengan data antemortem 003, teridentifikasi sebagai Rosdiana, perempuan 26 tahun, alamat Sindangwangi, Majalengka, Jawa Barat, berdasarkan sidik jari, gigi, catatan medis, dan properti.
  • Jenazah nomor 021 cocok dengan data antemortem 016 teridentifikasi sebagai M. Ihsanul Mirza, laki-laki 27 tahun, alamat Pidie Jaya, Aceh berdasarkan sidik jari dan properti.
  • Jenazah nomor 022 cocok dengan data antemortem 008. Teridentifikasi sebagai Saiful Fajar, laki-laki, 38 tahun, alamat Ciganjur, Jakarta Selatan. Teridentifikasi berdasarkan sidik jari, gigi, catatan medis, dan properti.

Identifikasi Tambahan

Sebelumnya, Rumah Sakit Polri Kramat Jati berhasil mengidentifikasi tujuh jenazah korban kebakaran Gedung Terra Drone. Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Brigjen Pol Prima Heru Yulihartono menerangkan bahwa pihaknya sudah memeriksa sekira 20 jenazah korban kebakaran.

Karodokpol Pusdokkes Polri Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan menjelaskan bahwa kantong jenazah dengan nomor KMY/XII/001 cocok dengan data antemortem nomor 22 teridentifikasi sebagai Pariyem warga asal Bandar Lampung. Kantong jenazah dengan nomor KMY/XII/002 cocok dengan data antemortem nomor 018, teridentifikasi sebagai Ninda Tan (32) warga Serpong Utara, Tangerang selatan, teridentifikasi berdasarkan sidik jari, catatan medis dan properti.

Tiga Korban Teridentifikasi

Tim DVI Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, mengidentifikasi tiga jenazah dari 22 kantong mayat korban kebakaran gedung Terra Drone, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Dari tiga jenazah yang teridentifikasi, dua di antaranya sudah diambil pihak keluarga. Satu keluarga belum datang dan korban Rufaida sama Novia sudah kami serahkan ke keluarga.

Peristiwa Kebakaran

Dari 22 karyawan yang menjadi korban tewas dalam kebakaran di Gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, salah satunya adalah Ervina (25), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan. Sebelum meninggal dunia, Ervina mengirimkan video serta voice note atau rekaman suara dirinya ke keluarga. Sehingga keluarga sudah tahu kalau Ervina menjadi korban saat informasi kebakaran Gedung Terra Drone beredar.

Fakta tentang Kebakaran

Fakta baru terungkap terkait kebakaran gedung Terra Drone di kawasan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat. Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 22 orang meninggal dunia. Gedung itu diketahui berfungsi sebagai tempat servis drone sekaligus kantor. Hal tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra.

Terra Drone adalah perusahaan asal Jepang, tetapi pimpinan perusahaan Terra Drone ini merupakan warga Indonesia. Identitasnya telah diketahui dan polisi tengah memastikan keberadaannya untuk dimintai keterangan.

Bisnis Terra di Indonesia

Terra Charge, perusahaan penyedia layanan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) terbesar di Jepang kabarnya akan membangun 1.000 titik SPKLU di sejumlah lokasi di Indonesia sampai akhir 2025 mendatang. Saat ini Terra sudah mengembangkan 100an SPKLU di 4 provinsi yakni Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali dengan dukungan penuh dari PT PLN (Persero).

Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *