Penyelidikan Harta Kekayaan Pejabat Bea Cukai yang Disorot
Pembicaraan mengenai harta kekayaan seorang pejabat Bea Cukai, Nirwala Dwi Heryanto, kini menjadi sorotan publik. Hal ini terjadi setelah ia menyatakan rencana untuk mengirimkan balpres atau pakaian impor ilegal hasil sitaan ke korban bencana di Sumatra. Peristiwa ini memicu respons dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang menegaskan bahwa rencana tersebut tidak memiliki dasar kebijakan formal.
Reaksi Menteri Keuangan
Purbaya menegaskan bahwa tidak ada kebijakan resmi yang mendukung pengiriman barang ilegal kepada para korban bencana. Ia menjelaskan bahwa keputusan tentang tindak lanjut barang hasil penindakan harus ditentukan oleh pihak berwenang, khususnya Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu.
“Barang ilegal itu tidak boleh diberikan begitu saja. Pemerintah akan menentukan opsi yang tepat, seperti pemusnahan, penghibahan, atau lelang,” ujar Purbaya saat diwawancarai di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat (12/12/2025).
Awalnya, Purbaya tampak bingung ketika ditanya wartawan tentang rencana pengiriman balpres tersebut. Ia mencari tahu siapa yang memberi pernyataan tersebut dan akhirnya menemukan bahwa informasi itu berasal dari Nirwala Dwi Heryanto.
Komentar Purbaya Terhadap Nirwala
Ketika mengetahui bahwa Nirwala adalah sumber informasi tersebut, Purbaya langsung menegur dengan tegas. Ia berkata, “Nirwala mana? Enak aja lu ngomong. Hah Menterinya gua, dia bukan menteri.” Ucapan ini menunjukkan bahwa Purbaya merasa tidak nyaman dengan pernyataan Nirwala.
Tak ayal, hal ini membuat harta kekayaan Nirwala turut disorot. Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan bahwa total kekayaannya mencapai Rp 4.620.184.413.
Rincian Harta Kekayaan Nirwala Dwi Heryanto
Berdasarkan data yang tersedia, harta kekayaan Nirwala terdiri dari beberapa aset:
- Tanah dan Bangunan: Total Rp 1.395.000.000
- Tanah dan bangunan seluas 194 m²/122 m² di Magelang: Rp 325.000.000
- Tanah dan bangunan seluas 125 m²/141 m² di Tangerang Selatan: Rp 550.000.000
-
Tanah dan bangunan seluas 122 m²/140 m² di Tangerang Selatan: Rp 520.000.000
-
Alat Transportasi dan Mesin: Total Rp 808.000.000
- Mobil Toyota Camry Sedan tahun 2006: Rp 85.000.000
- Motor Piaggio Scooter tahun 2014: Rp 32.000.000
- Sepeda tahun 2020: Rp 21.000.000
- Sepeda motor Yamaha tahun 2022: Rp 20.000.000
- Mobil Mitsubishi Pajero tahun 2022: Rp 500.000.000
-
Motor Honda CB500X tahun 2019: Rp 150.000.000
-
Harta Bergerak Lainnya: Total Rp 579.747.760
-
Surat Berharga: Kosong
-
Kas dan Setara Kas: Total Rp 1.837.436.653
-
Harta Lainnya: Kosong
Total keseluruhan harta kekayaan Nirwala adalah Rp 4.620.184.413, tanpa adanya utang.
Latar Belakang Jabatan Nirwala
Nirwala Dwi Heryanto sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Audit Kepabeanan dan Cukai. Saat ini, ia menjabat sebagai Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai. Sebagai juru bicara resmi DJBC, ia sering kali menjadi wajah dalam berbagai konferensi pers terkait kebijakan dan penindakan.
Meski belum banyak informasi detail mengenai latar belakang pribadinya, riwayat jabatannya menunjukkan bahwa ia adalah pejabat senior di lingkungan Kementerian Keuangan.
Penjelasan Nirwala Mengenai Barang Hasil Penindakan
Nirwala pernah menyatakan bahwa barang hasil penindakan, termasuk pakaian impor ilegal, bisa digunakan untuk keperluan tertentu. Ia menjelaskan bahwa ketentuan tindak lanjut barang tersebut terbagi menjadi tiga opsi: pemusnahan, penghibahan, atau lelang. Namun, ia menegaskan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah melalui DJKN Kemenkeu.
“











