Kasus Pembunuhan Ibu oleh Anak di Medan: Suami Korban Tidak Terlibat
Kasus tragis yang terjadi di Kota Medan, di mana seorang siswi SD berusia 12 tahun membunuh ibunya sendiri, akhirnya mengungkapkan fakta-fakta penting yang memastikan bahwa suami korban tidak terlibat dalam kejadian tersebut. Sebelumnya, banyak keraguan muncul karena sikap sang ayah yang dinilai tidak wajar.
Penemuan DNA yang Membantah Dugaan
Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap DNA yang ditemukan di lokasi kejadian. Hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada DNA sang ayah yang ditemukan di TKP.
“Sudah kita periksa semua DNA di lokasi, tidak ada mengarah ke si bapak,” ujar AKBP Hendri Ginting saat konferensi pers di Polrestabes Medan, Senin (29/12/2025).
DNA yang ditemukan pada pisau hanya milik korban dan kakak AL. DNA korban ditemukan karena pisau tersebut merupakan peralatan dapur yang biasa digunakan sehari-hari. Sementara itu, DNA kakak AL menempel akibat upayanya merebut pisau dari tangan sang adik.
Kecurigaan Keluarga Terhadap Sang Ayah
Sebelum hasil forensik diumumkan, kecurigaan terhadap sang ayah sempat mencuat ke permukaan. Dimas, adik dari korban Faizah Soraya, mengungkapkan bahwa saat kejadian, Alham langsung menghubungi Rumah Sakit Colombia untuk meminta ambulans. Sikap ini justru menimbulkan tanda tanya bagi pihak keluarga.
“Yang masih didalamin polisi dari waktu pukul 03.00 WIB sampai Ambulan kok tidak ada panggil tetangga atau apa,” kata Dimas.
Selain itu, keluarga mempertanyakan alasan Alham memilih rumah sakit yang jaraknya tidak paling dekat dari rumah. “Rumah sakit banyak yang dekat. Makanya yang sedang didalamin dari pukul 3 pagi sampai ambulan datang mereka di rumah ngapain kenapa enggak ada panggil tetangga atau minta tolong malah nunggu ambulan dari Colombia,” katanya.
Anak Bertindak Sendiri, Ayah Tak Terlibat
Polrestabes Medan akhirnya mengungkap kronologi lengkap kejadian. Berdasarkan hasil penyelidikan, AL melakukan aksinya sendirian di dalam kamar. Sang kakak berupaya menghentikan, sementara ayah tidak berada di lokasi kejadian saat penusukan berlangsung.
Sebelum tragedi terjadi, korban tidur bersama kedua anaknya di kamar lantai satu, sedangkan suami beristirahat di lantai dua. Sekitar pukul 04.00 WIB, AL bangun dan mengambil pisau dari dapur.
“Adik (AL) mengambil pisau, membuka bajunya, dan melukai korban,” kata Kapolrestabes Medan Kombes Calvijn Simanjuntak saat konferensi pers di Polrestabes Medan, Senin (29/12/2025).
Korban mengalami 26 luka tikam.
Upaya Kakak Menghentikan Aksi Brutal
Kakak AL terbangun ketika tubuhnya tertimpa dan menyaksikan ibunya ditikam berulang kali. Ia berhasil merebut pisau dan membuangnya ke dalam kamar, meski tangannya tersayat. Namun AL kembali ke dapur dan mengambil pisau kecil lainnya.
Saat AL hendak masuk kembali, pintu kamar ditutup oleh kakaknya sehingga pisau terjatuh. Kakak yang panik kemudian berlari ke lantai dua membangunkan ayah.
AL menyusul, sudah mengenakan pakaian, lalu memeluk ayahnya. Ketiganya kemudian turun ke lantai satu.
Detik-Detik Terakhir Korban
Setibanya di lantai satu, ayah dan kakak mengecek kondisi korban, sementara AL duduk lemas di sofa ruang tamu. “Kondisi korban masih hidup dan meminta dipanggil ambulans,” ucap Calvijn.
Korban sempat meminta minum, yang kemudian dipenuhi oleh sang kakak. Ayah korban lalu menghubungi Rumah Sakit Columbia Asia untuk meminta bantuan medis. Sekitar pukul 05.40 WIB, ambulans tiba di lokasi. Namun, nyawa korban tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Kecurigaan Terhadap Suami Tak Terbukti
Dengan rangkaian temuan tersebut, polisi menegaskan bahwa kecurigaan terhadap sang suami tidak terbukti secara hukum maupun ilmiah. Kasus ini menjadi pengingat betapa prasangka dapat berkembang cepat, namun hanya fakta dan bukti yang mampu menjawab kebenaran.
Tragedi ini bukan hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga, tetapi juga pertanyaan besar tentang kesehatan mental anak, dinamika keluarga, serta pentingnya pendekatan hukum yang berhati-hati dalam perkara yang melibatkan anak di bawah umur.
Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."











