"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"
Hukum  

Polres Manggarai Barat Edukasi Remaja tentang Dampak Kenalan dan Keselamatan Lalu Lintas

Pertemuan Lintas Sekolah di Manggarai Barat untuk Mencegah Kenakalan Remaja

Polres Manggarai Barat melalui Polsek Lembor mengadakan pertemuan lintas sekolah yang bertujuan untuk membentengi generasi muda dari dampak negatif kenakalan remaja dan keselamatan berlalu lintas. Kegiatan ini digelar di lapangan SMPN 6 Welak dan dihadiri oleh siswa, guru, serta orang tua dari tiga jenjang pendidikan berbeda.

Dalam pertemuan tersebut, Polsek Lembor menyampaikan beberapa materi penting, seperti jenis-jenis perundungan termasuk cyberbullying, serta bagaimana cara melaporkan tindakan tersebut secara aman. Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, melalui Kapolsek Lembor, IPDA Vinsen Bagus, S.I.P menjelaskan bahwa bullying bukan sekadar “candaan” antar teman, melainkan tindakan yang memiliki konsekuensi hukum serius dan dampak psikologis jangka panjang bagi korban.

“Kami ingin adik-adik memahami bahwa apa yang mereka anggap bercanda, bisa jadi merupakan tindakan perundungan yang melanggar hukum dan merusak masa depan orang lain,” ujar Kapolsek Vinsen.

Tren Kenakalan Remaja di Era Digital

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan atas meningkatnya tren kenakalan remaja di era digital, mulai dari penyalahgunaan media sosial hingga tindakan perundungan fisik maupun verbal yang sering terjadi di sekolah. Kapolsek Vinsen menekankan bahwa sekolah harus menjadi rumah kedua yang nyaman. Tidak ada ruang bagi kekerasan, baik itu fisik, verbal, maupun di dunia maya.

Selain masalah perilaku, pihak kepolisian juga memberikan edukasi mengenai keselamatan berlalu lintas. Para siswa, terutama mereka yang sudah menggunakan kendaraan bermotor ke sekolah, diingatkan untuk selalu mengutamakan keselamatan dan mematuhi aturan di jalan raya guna meminimalisir risiko kecelakaan.

Fokus pada Penguatan Karakter Anak

Setelah upacara, agenda dilanjutkan dengan pertemuan bersama antara orang tua murid, siswa, dan para guru dari ketiga sekolah tersebut. Pertemuan ini fokus pada penguatan karakter anak melalui kolaborasi antara lingkungan rumah dan sekolah.

Beberapa poin penting yang ditekankan antara lain:
* Peran aktif orang tua yaitu dukungan penuh orang tua sangat krusial dalam keberhasilan pendidikan anak.
* Komunikasi efektif. Pentingnya menjalin komunikasi yang intens antara pihak sekolah dan orang tua agar perkembangan anak terpantau dengan baik.
* Pembentukan karakter. Guru dan orang tua diharapkan bekerja sama dalam membentuk mental dan kepribadian anak yang tangguh dan positif.
* Pembinaan terukur. Disepakati bahwa pembinaan terhadap siswa yang melakukan pelanggaran harus bersifat mendidik, terukur, dan tetap dalam batas kewajaran.

“Pendidikan karakter harus dimulai dari rumah dan diperkuat di sekolah. Kita ingin menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman tanpa ada tekanan atau perilaku menyimpang lainnya,” tambah Kapolsek Vinsen.

Tanggapan Positif dari Sekolah dan Orang Tua

Kepala Sekolah SMPN 6 Welak, Heribertus Adipien, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kunjungan dan materi yang diberikan oleh pihak kepolisian. Menurutnya, kegiatan ini sangat mendukung peningkatan disiplin murid dan membantu menciptakan pola komunikasi yang lebih efektif antara sekolah dengan wali murid.

“Terima kasih banyak kepada pihak Kepolisian atas kunjungan dan edukasinya. Materi yang diberikan sangat mendukung upaya kami dalam meningkatkan kedisiplinan murid serta mempererat koordinasi antara orang tua dan guru,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Bonefasius Jelahu sebagai perwakilan dari orang tua murid turut memberikan kesan positif. Ia menilai pertemuan semacam ini sangat baik untuk perkembangan anak-anak ke depannya, sehingga orang tua merasa lebih tenang dan terlibat dalam proses pendidikan di sekolah.

“Melalui pertemuan yang inspiratif ini, kami sebagai orang tua merasa lebih tenang dan dilibatkan. Kami percaya sinergi ini akan berdampak positif pada perkembangan anak-anak di masa mendatang,” sebut Bonefasius Jelahu.

Harapan untuk Lingkungan Sekolah yang Lebih Baik

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan berkarakter di wilayah hukum Polsek Lembor, khususnya di Kecamatan Welak. Upacara tersebut berlangsung pada Senin (19/1/2026) diikuti oleh ratusan siswa dari tiga jenjang pendidikan berbeda, yakni SDI Paje, SMPN 6 Welak, dan SMKN 2 Welak, beserta para guru dan orang tua murid.


admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *