Kecaman Keras terhadap Aksi Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS
Komisioner Kompolnas, M. Choirul Anam, mengecam tindakan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Ia menyatakan bahwa aksi tersebut merupakan ancaman serius bagi demokrasi dan hak asasi manusia.
Andrie Yunus mengalami luka bakar yang cukup parah di wajah, dada, hingga mata akibat serangan dua orang tak dikenal yang menggunakan motor. Saat ini, Polres Metro Jakarta Pusat sedang melakukan penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi pelaku melalui metode ilmiah.
Choirul Anam menegaskan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh Andrie adalah bagian dari kerja-kerja hak asasi manusia dan demokrasi. Menurutnya, hal ini harus dilindungi oleh konstitusi Indonesia.
“Karena yang dilakukan oleh saudara Andrie itu adalah kerja-kerja hak asasi manusia, kerja-kerja demokrasi dan dalam konteks hak asasi manusia harusnya dilindungi,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam proses investigasi oleh kepolisian. “Transparansi ini penting khususnya bagi rekan-rekan KontraS dan rekan-rekan pekerja hak asasi manusia,” katanya.
Negara, menurut Choirul Anam, tidak boleh kalah dalam menghadapi aksi kekerasan. Oleh karena itu, kerja-kerja kepolisian dalam mengungkap kasus ini harus menunjukkan bahwa negara mampu melawan kekerasan.
Profil Choirul Anam
Mohammad Choirul Anam lahir di Malang pada 25 April 1977. Sebelum menjabat sebagai Kompolnas, ia pernah menjadi Komisioner Penyelidikan atau Pemantauan Komnas HAM dari tahun 2020 hingga 2024.
Anam adalah alumni Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (UB). Karier awalnya dimulai sebagai Volunteer Divisi Buruh di LBH Surabaya Pos Malang – YLBHI, pada 1999-2001. Ia kemudian menjadi Koordinator Divisi Buruh Region Jawa-Bali pada 2000-2001.
Pengalaman kerjanya berlanjut sebagai Kepala/Direktur Divisi Buruh YLBHI pada 2001-2002, lalu Kepala Litbang HAM, VHR pada 2002-2003. Ia juga pernah menjabat sebagai Staf HRWG Tahun 2003-2004, Deputi Direktur Eksekutif HRWG pada 2004-2016, serta Plt Direktur Eksekutif HRWG Tahun 2011-2012.
Selain itu, ia pernah menjadi TIM LEGAL, KASUM pada 2004-2010 dan Sekretaris Eksekutif KASUM pada 2010.
Aksi Penyiram Air Keras
Andrie Yunus disiram air keras oleh dua orang tak dikenal. Kordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, mengatakan bahwa penyiraman tersebut menyebabkan Andrie mengalami luka serius di seluruh tubuh, terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata.
Dimas Bagus Arya juga mengungkap ciri-ciri dua terduga pelaku. Pelaku pertama, yang bertindak sebagai pengendara, mengenakan kaus kombinasi putih-biru, celana gelap yang diduga berbahan jeans, serta helm berwarna hitam. Pelaku kedua, yang duduk di belakang, mengenakan penutup wajah atau masker menyerupai buff berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaus biru tua, serta celana panjang biru yang dilipat hingga pendek dan diduga berbahan jeans.
Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh korban.
Andre Kesakitan
Akibat serangan tersebut, Andrie langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan sepeda motornya. Tak lama berselang, Andrie dilarikan ke rumah sakit terdekat dari lokasi kejadian dan mendapatkan penanganan medis darurat karena mengalami luka bakar pada area tangan kanan dan kiri, muka, serta dada.
“Terutama pada bagian mata yang terkena cairan tersebut,” ungkap Dimas.
Polisi mengonfirmasi kejadian penyiraman air keras yang menimpa Andrie. Namun, pihak korban belum menyampaikan laporan soal kejadian. “Benar ada kejadian demikian. Laporan resmi dari korban belum ada,” ujar Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra.
“Kami sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas pelaku melalui scientific investigation,” lanjutnya. Roby menambahkan, polisi sudah melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP) penyiraman.











