Sosok Aipda Vicky Aristo Katiandagho yang Viral di Media Sosial
Aipda Vicky Aristo Katiandagho menjadi perhatian publik setelah unggahannya di media sosial menarik banyak perhatian. Video yang ia unggah menunjukkan momen perpisahan emosional saat ia melepas seragam Polri. Unggahan tersebut membuatnya viral dan memicu berbagai reaksi dari masyarakat.
Dalam video tersebut, Aipda Vicky terlihat mengenakan seragam Polri sambil berjalan keluar dari Polda Sulut. Ia kemudian menuju ke depan kantor yang berada di Jalan Bethesda, Sario, Kota Manado. Di lokasi tersebut, ia melakukan sikap hormat di depan tiang bendera, lalu bersujud sebelum akhirnya berdiri berbalik badan dan menunduk memegang lutut dengan kedua tangannya. Ia juga duduk sambil memeluk seorang anak perempuan, menunjukkan rasa emosional yang mendalam.
Aipda Vicky memberikan ucapan terima kasih kepada Polda Sulut, Polres Minahasa, Polres Kepulauan Talaud, dan ZAZG dalam unggahannya. Ia menulis, “Kapan pun baju coklat ini bisa tanggal. Tetapi jiwa, sekali Bhayangkara, selamanya Bhayangkara.” Ucapan tersebut mencerminkan rasa bangga dan kesetiaannya terhadap institusi Polri.
Hingga berita ini ditayangkan, video tersebut sudah dibagikan lebih dari 1.123 kali, dengan 1.269 komentar dan 12.587 tanggapan. Banyak netizen menyampaikan dukungan dan apresiasi terhadap tindakan Aipda Vicky.
Pengunduran Diri yang Murni atas Kemauan Sendiri
Menanggapi isu yang berkembang, Aipda Vicky menjelaskan bahwa pengunduran dirinya murni atas kemauan sendiri dan restu dari istri. Ia mengungkapkan bahwa ia sudah mengajukan pengunduran diri sejak bulan Juni 2025, namun hanya sekarang ini disetujui. Setelah resmi meninggalkan Polri, ia memilih untuk menjalani kehidupan baru sebagai warga sipil dengan berjualan kopi.
“Aku masih menikmati jualan kopi,” katanya sambil tertawa. Meski telah meninggalkan dunia Polri, Aipda Vicky tetap menunjukkan jiwa korsa dengan menegaskan pesannya, “Sekali Bhayangkara, selama Bhayangkara.”
Kronologi Penanganan Kasus Korupsi di Minahasa
Aipda Vicky menjelaskan bahwa saat itu ia sedang menangani kasus tindak pidana korupsi yang diduga melibatkan salah satu pejabat di Minahasa terkait pengadaan tas ramah lingkungan tahun 2020. Ia menambahkan bahwa perkara tersebut sebenarnya sudah diselidiki sejak 2021. Namun, baru naik ke tahap penyidikan pada 5 September 2024 setelah gelar perkara di Direktorat Reskrimsus Polda Sulut.
Di tengah proses koordinasi dengan BPKP untuk audit kerugian negara, Aipda Vicky tiba-tiba mendapat surat mutasi. “Namun pada saat penyidikan masih berjalan, tiba-tiba tanpa saya ketahui apa sebabnya, saya dimutasi ke Polres Kepulauan Talaud,” jelasnya.
Bantah Alasan Mutasi karena Kasus Korupsi
Pihak Polda Sulawesi Utara membantah narasi yang menyebutkan bahwa mutasi Aipda Vicky berkaitan dengan kasus korupsi yang sedang ditangani. Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan, menegaskan bahwa perpindahan tugas tersebut adalah hal lumrah. “Benar, mutasinya bersifat rutin. Mutasi tersebut merupakan bagian dari penyegaran organisasi dan hal yang lumrah di institusi Polri,” jelas Alamsyah.
Ia menegaskan bahwa Aipda Vicky mengundurkan diri usai dapat restu dari pihak keluarga. “Benar kemauan sendiri dan juga atas persetujuan istri,” tandasnya.
Imbauan Terhadap Hoaks
Pihak kepolisian menyatakan bahwa Aipda Vicky menyatakan rasa bangganya terhadap Polri. “VAK justru menyatakan rasa bangganya terhadap institusi Polri dengan semboyan ‘Sekali Bhayangkara, tetap Bhayangkara’” ujar Alamsyah.
Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menyaring informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh konten-konten yang bernada provokatif. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami fakta secara utuh tanpa terpengaruh oleh hoaks yang beredar.











