"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

TNI Membantah Tuduhan Pengawasan Anies Baswedan di Warung Soto

Momen Unik Anies Baswedan dan Tiga Anggota Intelijen di Warung Soto

Pada Jumat (30/1/2026), terjadi momen unik saat Anies Baswedan mengunjungi Karanganyar. Saat makan siang di Warung Soto Mbok Giyem, ia secara santai mengajak tiga orang anggota intelijen untuk berfoto bersama. Kejadian ini menarik perhatian banyak pihak dan memicu spekulasi tentang kehadiran mereka.

Klarifikasi dari Pihak TNI

Kapendam IV/Diponegoro, Kolonel Inf Andy Soelistyo, membenarkan bahwa ketiga pria tersebut adalah anggota intelijen Kodim Karanganyar. Namun, ia menegaskan bahwa keberadaan mereka di warung soto hanya untuk makan siang. Menurutnya, para anggota tersebut sedang dalam istirahat setelah menghadiri rapat pemantauan wilayah. Mereka tidak mengetahui bahwa Anies juga akan makan siang di tempat yang sama.

“Secara kebetulan, Bapak Anies hadir di warung tersebut, dan kemudian mengajak ketiga anggota untuk berfoto bersama,” jelas Andy. Ia menekankan bahwa tidak ada niat untuk mengawasi kegiatan Anies, karena saat ini Anies merupakan masyarakat biasa.

Reaksi Anies dan Para Anggota

Dalam video yang beredar, Anies tampak santai dan bergurau agar para anggota tidak sembunyi-sembunyi. Ia bahkan menyampaikan salam untuk komandannya. Salah satu anggota yang berbaju merah marun mencoba menjelaskan keberadaannya di lokasi tersebut, tetapi Anies langsung mengganti topik dengan gurauan.

“Saya sekarang kemana-mana selalu ditemani, jadi terima kasih dijaga, salam buat komandannya,” ucap Anies. Hal ini menunjukkan suasana yang hangat dan tidak formal antara mantan gubernur DKI Jakarta tersebut dengan para anggota intelijen.

Peresmian Jembatan Titian Persatuan

Salah satu kegiatan Anies di Karanganyar adalah meresmikan Jembatan Titian Persatuan. Jembatan ini menghubungkan Desa Sambirejo, Kecamatan Jumantono dengan Kampung Klotok, Kelurahan Bolong. Jembatan gantung ini menggantikan jembatan lama yang terbuat dari bambu setelah puluhan tahun digunakan.

Anies mengatakan bahwa penentuan lokasi jembatan berasal dari usulan warga dan survei potensi dari tim Aksi Bersama. Pembangunan jembatan dilakukan melalui crowdfunding dan donatur perorangan yang jumlahnya lebih dari 20 ribu orang. Ia juga berpesan agar masyarakat merawat jembatan tersebut bersama-sama.

Tanggapan Warga

Kepala Desa Sambirejo, Suhardi, mengaku warganya senang dengan keberadaan jembatan tersebut. Mereka kini bisa melintasi jembatan dengan lebih tenang tanpa harus menggunakan jembatan lama lagi.

Profil Singkat Anies Baswedan

Anies Rasyid Baswedan atau yang akrab disapa Anies Baswedan adalah seorang akademisi, aktivis, dan politikus. Ia pernah menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta periode 2017–2022. Sebelum menjadi gubernur, Anies bekerja sebagai dosen dan akademikus. Ia juga pernah menjadi Rektor Universitas Paramadina selama delapan tahun dan mencetuskan gerakan Indonesia Mengajar.

Anies juga pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada Kabinet Kerja pada 2014, tetapi diberhentikan setelah 1 tahun 9 buluh menjabat. Ia dan Sandiaga Uno memenangkan pemilihan umum gubernur DKI Jakarta tahun 2017. Pada 2022, Anies menyatakan siap mencalonkan diri sebagai Presiden Indonesia pada pemilihan presiden 2024.




Halwa Futuhan

Penulis yang rajin memberitakan kegiatan masyarakat lokal dan peristiwa lapangan. Ia gemar berkunjung ke pasar tradisional, memotret aktivitas warga, dan mencatat percakapan menarik. Hobinya termasuk mendengar musik tempo dulu. Motto: “Cerita kecil sering kali memiliki dampak besar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *