"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Perbedaan Ijazah Jokowi Terungkap Usai Bonatua Terima Salinan Asli

Penemuan Penting Mengenai Ijazah Jokowi

Bonatua Silalahi, seorang pengamat kebijakan publik, menemukan perbedaan signifikan antara ijazah resmi Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yang diterimanya dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan versi yang beredar di masyarakat. Perbedaan ini terutama terlihat pada detail teknis yang sebelumnya tidak dapat diidentifikasi secara jelas oleh publik.

Analisis mendalam dilakukan terhadap sembilan elemen krusial dalam ijazah tersebut, termasuk tanda tangan Rektor/Dekan UGM, jenis huruf (font), nomor ijazah, hingga NIM. Keterbukaan informasi ini terjadi setelah Bonatua memenangkan gugatan di Komisi Informasi Pusat (KIP), yang menyatakan bahwa ijazah pencalonan Presiden adalah informasi terbuka.

Perbedaan Ijazah Jokowi dari KPU dengan Versi Publik

Bonatua mengungkapkan bahwa terdapat perbedaan mencolok antara salinan resmi dari KPU dengan dokumen ijazah Jokowi yang selama ini beredar di masyarakat. Perbedaan tersebut ditemukan pada aspek detail teknis yang sebelumnya tidak dapat diidentifikasi secara jelas oleh publik.

Bonatua menjelaskan bahwa setiap elemen visual kini menjadi kunci penelitiannya untuk membedah perbedaan tersebut. “Kalau ini kan semua informasi mau diteliti. Contohnya font-nya bisa, logonya juga bisa, tanggal lulusnya juga bisa, nomor ijazah. Ini semua kan mengandung analisis semua ya,” ujar Bonatua di Gedung KPU RI, Senin (9/2/2026).

Di antara berbagai elemen tersebut, perbedaan pada tanda tangan dianggap sebagai bagian paling krusial untuk dicermati keabsahannya. Untuk membuktikan mana data yang paling valid, Bonatua tidak hanya berpegang pada data pusat. Ia akan menyandingkan salinan dari KPU RI dengan dokumen yang ada di KPU DKI Jakarta serta KPU Kota Surakarta.

Langkah sinkronisasi tiga wilayah ini diambil guna memastikan apakah dokumen asli tersebut konsisten atau justru menunjukkan kejanggalan administratif. Bonatua meyakini, jika hasil penyandingan data ini sinkron, maka segala polemik mengenai perbedaan dokumen akan terjawab secara ilmiah.

9 Elemen Rahasia Ijazah Jokowi yang Kini Dibuka

Langkah Bonatua untuk meneliti dokumen bukanlah perjalanan singkat. Sebelumnya, Bonatua sempat menerima salinan ijazah Jokowi, namun dengan sejumlah elemen penting yang dirahasiakan. Hal inilah yang mendorongnya melayangkan gugatan terhadap KPU ke Komisi Informasi Pusat (KIP).

Perjuangan tersebut membuahkan hasil setelah majelis komisioner KIP memutuskan untuk mengabulkan seluruh gugatan Bonatua dalam sengketa informasi tersebut. Amar putusan, memutuskan menerima permohonan untuk seluruhnya. Menyatakan informasi salinan ijazah atas nama Joko Widodo yang digunakan sebagai pendaftaran Presiden RI 2014-2019 dan 2019-2024 merupakan informasi yang terbuka.

Melalui putusan perkara nomor 074/X/KIP-PSI/2025 tersebut, KIP memerintahkan KPU untuk memberikan informasi lengkap yang diminta oleh pemohon. Dalam permohonannya, Bonatua mendesak KPU mempublikasikan salinan ijazah yang digunakan sebagai syarat pencalonan Presiden RI periode 2014-2019 dan 2019-2024, termasuk berita acara penerimaan dokumen hingga dokumen hasil verifikasi KPU.

Buntut dari putusan ini, KPU RI akhirnya membuka sembilan elemen informasi krusial yang sebelumnya ditutup rapat dalam salinan ijazah Jokowi, yakni:

  • Nomor Kertas Ijazah
  • Nomor Ijazah
  • Nomor Induk Mahasiswa (NIM)
  • Tanggal Lahir
  • Tempat Lahir
  • Tanda Tangan Pejabat Legalisir
  • Tanggal Legalisasi
  • Tanda Tangan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM)
  • Tanda Tangan Dekan Fakultas Kehutanan UGM.

Apresiasi kepada Presiden Prabowo

Setelah menerima salinan ijazah Jokowi yang tidak disensor dari KPU RI, Bonatua tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas keterbukaan informasi yang diharapkan olehnya selama ini. “Saya mungkin harus, apa, mengucapkan terima kasih buat Bapak Prabowo ya yang tetap menjaga iklim demokrasi,” kata Bonatua di kawasan Gedung KPU RI, Jakarta.

Bonatua pun menambahkan pentingnya peran institusi tersebut. “Kita tahu KPU ini, kita ibaratkan adalah rumah demokrasi kita” ujarnya. Setelah melewati proses panjang dan berliku, Bonatua juga memberikan apresiasi kepada pihak KPU. Meski sebelumnya lembaga penyelenggara pemilu tersebut sempat menolak permintaannya untuk mendapatkan salinan ijazah Jokowi, kini akses tersebut telah dibuka sepenuhnya. “Meskipun perjuangan panjang, saya juga berterima kasih ke KPU ya meskipun tadi sempat mengeluarkan, sempat menolak permintaan informasi saya,” tuturnya.


Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *