"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Dua Menteri Bela Aktivis KontraS, Yusril ke Kapolda, Pigai Ingin Jenguk

Komentar Dua Menteri Kabinet Merah Putih terhadap Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS

Dua menteri dari Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran, yaitu Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra serta Menteri Hukum Natalius Pigai, secara tegas mengecam aksi penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Aksi tersebut terjadi pada Kamis (12/2/2026) tengah malam sekitar pukul 23.00 WIB saat korban sedang pulang dengan mengendarai sepeda motor melewati Jalan Salemba, Jakarta Pusat.

Peristiwa Penyiraman Air Keras

Andrie Yunus disiram air keras oleh dua orang pelaku yang mengendarai Honda Beat. Mereka melintasi Jalan Salemba I-Talang dengan arah berlawanan. Salah satu pelaku menyiramkan cairan berbahaya ke tubuh korban hingga mengenai wajah, dada, tangan, dan mata. Akibatnya, Yunus mengalami luka bakar sebanyak 24 persen dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan darurat.

Pada kesempatan itu, Yunus baru saja selesai menghadiri siniar atau podcast dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia.”

Tanggapan Menteri Yusril Ihza Mahendra

Yusril Ihza Mahendra meminta aparat penegak hukum, khususnya Polri, untuk mengusut tuntas kasus ini hingga ke aktor intelektual. Menurutnya, pola serangan terhadap Andrie menunjukkan indikasi adanya perencanaan yang terorganisasi. Oleh karena itu, proses penegakan hukum tidak boleh berhenti pada tingkat pelaku di lapangan saja.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Metro Jaya yang menangani kasus ini bersama Bareskrim Polri. Saat ini mereka masih melakukan pendalaman, sehingga belum dapat mengungkapkan apa pun kepada publik,” ujar Yusril.

Ia juga menekankan bahwa penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS merupakan serangan terhadap nilai-nilai demokrasi dan penegakan hak asasi manusia (HAM) di Indonesia. Yusril menegaskan bahwa kekerasan terhadap aktivis demokrasi dan HAM tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun.

“Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen yang tinggi dalam menjunjung hukum, demokrasi, dan HAM. Pemerintah tidak akan pernah memberi toleransi terhadap tindakan kekerasan dalam bentuk apapun, baik terhadap aktivis maupun siapa pun, meskipun mereka berbeda pendapat atau bahkan berseberangan dengan pemerintah,” tambahnya.

Tanggapan Menteri Natalius Pigai

Natalius Pigai, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), mengecam keras aksi penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai ancaman terhadap nilai kemanusiaan. Pigai menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan ruang bagi praktik kekerasan di tengah masyarakat.

“Saya mengecam keras tindakan ini. Kita tidak boleh membiarkan praktik premanisme hidup dan berkembang di negara ini,” ujarnya dengan nada tegas.

Menurut Pigai, Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi kedamaian. Segala bentuk perbedaan pendapat seharusnya diselesaikan melalui dialog, bukan dengan tindakan anarkis. Ia menilai bahwa menyerang aktivis sama saja dengan mencederai keseimbangan demokrasi.

“Pendampingan dan pengawasan tentu akan kami jalankan. Saya juga berencana menjenguk korban setelah memastikan lokasi perawatannya,” pungkasnya.

Pigai juga menekankan pentingnya peran civil society (masyarakat sipil) sebagai instrumen pengawas kebijakan pemerintah. Baginya, peran masyarakat sipil sangat krusial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Bangsa ini menjadi besar karena adanya peran komunitas masyarakat sipil (civil society). Mereka memiliki fungsi krusial sebagai instrumen pengawas (check and balances) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tambahnya.

Dian Sasmita

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *