Dinamika Musda KNPI Sulsel yang Menghasilkan Dua Ketua
Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan (Sulsel) berakhir dengan kekacauan dan melahirkan dua ketua dari kubu berbeda. Kedua tokoh tersebut adalah Fadel Muhammad Tauphan Ansar dan Vonny Ameliani Suardi. Kejadian ini menimbulkan banyak perdebatan terkait legitimasi dan proses pemilihan yang dianggap tidak sesuai dengan prinsip-prinsip yang selama ini dianut oleh KNPI.
Penyebab Kericuhan dalam Musda
Mantan Ketua DPD KNPI Sulsel sekaligus Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Sulsel, Imran Eka Saputra, menjelaskan bahwa akar masalah terletak pada pimpinan sidang yang memaksakan kehendaknya sendiri. Ia menyatakan bahwa sikap pimpinan sidang sangat jauh dari prinsip kolektif dan dialogis yang selama ini menjadi ciri KNPI Sulsel.
“Pimpinan sidang memaksakan kehendaknya. Tidak mau mendengar dan menghargai pendapat forum. Saya kecewa karena terkesan memaksakan satu calon tertentu, sementara ada dua kandidat,” ujar Imran dengan nada suara kecewa.
Ia menilai praktik semacam itu tidak seharusnya terjadi di tubuh KNPI Sulsel, yang selama ini dikenal rapi, tertib, dan tidak pragmatis dalam proses pemilihan.
Proses Pemilihan yang Berbeda
Kericuhan berujung pada dua Musda yang digelar dalam waktu berdekatan. Musda kubu Fadel dilaksanakan di Balai Manunggal Makassar dan menetapkannya sebagai ketua secara aklamasi. Adapun Musda kubu Vonny berlangsung dini hari di Hotel Horison dan juga menetapkannya secara aklamasi.
Imran menilai persoalan legitimasi tidak bisa serta-merta menyalahkan salah satu pihak. “Baik Musda kubu Fadel maupun Vonny, masing-masing ada perwakilan DPP KNPI yang hadir dan mengesahkan. Jadi tidak boleh mengatakan salah satunya tidak legitimate,” jelasnya.
Menurutnya, penentuan siapa ketua sah sebaiknya dikembalikan kepada keputusan DPP KNPI. “Kalau soal ketua sah, lihat yang punya SK Kemenkumham. Tapi untuk hasil Musda Sulsel, biarkan DPP yang menilai secara objektif,” tambahnya.
Masalah Verifikasi OKP
Bagian lain yang disoroti oleh Imran adalah daftar 190 Organisasi Kepemudaan (OKP) yang diajukan tanpa verifikasi. Menurutnya, data tersebut harus dicek dulu SK-nya, kepengurusannya, dan apakah terdaftar di Kesbangpol atau tidak.
“Saya tidak persoalkan jumlahnya. Tapi harus dicek dulu SK-nya, kepengurusannya, terdaftar di Kesbangpol atau tidak. Kita di KNPI punya buku catatan sejak dulu,” kata Imran.
Menurutnya, munculnya data OKP tanpa verifikasi justru menunjukkan ada yang ingin merusak KNPI.
Konflik Internal yang Membelah KNPI Sulsel
Konflik internal kembali mengguncang Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Sulawesi Selatan (DPD KNPI Sulsel). Musda yang seharusnya menjadi ajang konsolidasi justru berakhir tidak satu suara. Dua forum berbeda digelar oleh dua kubu berselisih. Dari masing-masing forum itu lahirlah dua ketua saling klaim.
Yang menarik, kedua tokoh kini sama-sama mengklaim sebagai Ketua KNPI Sulsel adalah kader Partai Gerindra. Bahkan satu fraksi di DPRD Sulsel. Fadel Muhammad Tauphan Ansar adalah Ketua Fraksi Gerindra. Sedangkan Vonny Ameliani Suardi anggota Fraksi Gerindra.
Dualisme kepemimpinan ini bermula dari kericuhan Musda KNPI Sulsel di Hotel Horison Makassar, Senin (9/12/2025) malam. Kericuhan melibatkan peserta hingga pimpinan sidang membuat forum tidak dapat dilanjutkan.
Pasca-insiden tersebut, masing-masing kubu memilih jalan sendiri. Kubu Fadel menggelar Musda lanjutan di Balai Manunggal, Jalan Jenderal Sudirman Makassar, Selasa malam (9/12/2025). Dalam forum itu, Fadel Tauphan Ansar terpilih secara aklamasi dan dinyatakan sah pendukungnya.
Musda ini disaksikan langsung Sekretaris Jenderal DPP KNPI Almanzo Bonara. Hadir pula Wakil Ketua Umum DPP KNPI Ludikson Siringoringo. Beberapa tokoh kepemudaan juga hadir, termasuk mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulsel.
Kubu Vonny tetap melanjutkan Musda di Hotel Horison Makassar, Rabu dini hari (10/12/2025). Dalam forum ini, Vonny Ameliani Suardi juga terpilih secara aklamasi. Terpilihnya Vonny disaksikan Ketua KNPI Sulsel demisioner Nurkanita Kahfi. Bahkan, Nurkanita menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Vonny.
Mantan Ketua KNPI Sulsel Imran Eka Saputra turut hadir memberi legitimasi tambahan pada forum tersebut. Usai ditetapkan sebagai ketua, Fadel langsung menyampaikan rasa terima kasih. Ucapan terima kasih itu diberikan kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dalam proses Musda KNPI Sulsel.
“Inilah tidak terlepas dari dukungan OKP, DPD II, dan seluruh pihak,” ujar Fadel. Ia menegaskan, amanah tersebut menjadi tanggung jawab besar yang akan ia jalankan bersama seluruh elemen kepemudaan.
Selain itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada para senior, keluarga. Terlebih rekan-rekan memberikan dukungan penuh selama proses Musda KNPI Sulsel berlangsung. “Terima kasih kepada senior-senior, alumni KNPI, teman-teman seperjuangan, dan terutama orang tua saya yang selalu mendukung,” tambahnya.
Fadel memastikan akan bekerja untuk menyatukan kembali pemuda Sulsel serta menjaga marwah KNPI di tengah dinamika organisasi yang terjadi.
Terpisah, Vonny berkomitmen untuk memimpin organisasi kepemudaan tersebut dengan suka cita. “Saya siap mengibarkan bendera kesuksesan KNPI di Sulsel,” ujarnya dengan tegas. Vonny juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan DPD II KNPI se-Sulsel. Mereka telah memberikan dukungan dan kepercayaan kepadanya.
Ia mengatakan harapannya agar kepemimpinannya dapat menjadi ruang kolaborasi bagi seluruh elemen pemuda tanpa kecuali. “Saya yakin sesuatu yang diniatkan dan dimulai dengan baik serta cinta maka hasilnya juga akan baik dengan pertolongan dari Allah SWT,” ucapnya.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











