Tingkat Kepuasan Publik Terhadap Presiden Prabowo Subianto Mencapai 79,9 Persen
Hasil survei nasional yang dilakukan oleh lembaga Indikator Politik Indonesia menunjukkan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mencapai angka yang sangat tinggi, yaitu sebesar 79,9 persen. Survei ini mengukur approval rating atau tingkat penerimaan masyarakat terhadap kinerja seorang pemimpin. Angka tersebut dinilai sangat tinggi untuk ukuran seorang presiden.
Lembaga survei ini juga merilis rincian tingkat kepuasan masyarakat di masing-masing wilayah atas kinerja Presiden Prabowo Subianto. Untuk wilayah Kalimantan, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo cukup tinggi. Sebanyak 79,8 persen warga Kalimantan mengaku puas atas kinerja Prabowo. Sedangkan yang tidak puas ada sebanyak 19 persen, dan warga yang tidak tahu atau tidak menjawab sebanyak 1,3 persen.
Secara nasional, angka kepuasan terhadap Prabowo mencapai 79,9 persen. Rinciannya adalah 13 persen responden mengaku sangat puas dan 66,9 persen mengaku cukup puas. Di sisi lain, responden yang mengaku kurang puas ada sebanyak 17,1 persen dan yang tidak puas sama sekali mencapai 2,2 persen. Adapun sebanyak 0,8 persen responden menjawab tidak tahu.
Berikut rincian lengkap angka kepuasan terhadap Prabowo di setiap wilayah:
- Sumatra: Puas 81,1 persen, Tidak puas 18,9 persen, Tidak tahu/tidak jawab 0,0 persen
- Banten: Puas 73 persen, Tidak puas 24,4 persen, Tidak tahu/tidak jawab 2,1 persen
- Jakarta: Puas 53 persen, Tidak puas 47 persen, Tidak tahu/tidak jawab 0,0 persen
- Jabar: Puas 79,1 persen, Tidak puas 19,9 persen, Tidak tahu/tidak jawab 1,0 persen
- Jateng dan DIY: Puas 83,8 persen, Tidak puas 14,7 persen, Tidak tahu/tidak jawab 1,5 persen
- Jatim: Puas 81,6 persen, Tidak puas 17,7 persen, Tidak tahu/tidak jawab 0,7 persen
- Bali dan Nusa Tenggara: Puas 89,2 persen, Tidak puas 10,8 persen, Tidak tahu/tidak jawab 0,0 persen
- Kalimantan: Puas 79,8 persen, Tidak puas 19,0 persen, Tidak tahu/tidak jawab 1,3 persen
- Sulawesi: Puas 81,1 persen, Tidak puas 17,0 persen, Tidak tahu/tidak jawab 1,9 persen
- Maluku dan Papua: Puas 74,3 persen, Tidak puas 24,9 persen, Tidak tahu/tidak jawab 0,8 persen
Metodologi Survei
Sampel survei Indikator adalah seluruh warga negara Indonesia dalam Survei Nasional yang memiliki hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Sampel ditarik menggunakan metode multistage random sampling. Jumlah sampel adalah 1.220 orang. Toleransi kesalahan atau margin of error mencapai ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel berasal dari seluruh provinsi di Indonesia yang terdistribusi secara proporsional. Responden yang terpilih diwawancarai secara tatap muka oleh pewawancara yang sudah dilatih. Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check).
Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menjelaskan bahwa survei dilakukan pada periode 15–21 Januari 2026. “Kalau dijumlahkan antara sangat puas dan cukup puas itu 79,9 persen. Jadi sangat tinggi ya untuk ukuran approval rating seorang presiden,” ujar Burhanuddin dalam konferensi pers secara daring.
Tingkat Kepuasan Lebih Tinggi Dibanding SBY dan Jokowi
Berdasarkan hasil survei, sebanyak 13,0 persen responden mengaku sangat puas, 66,9 persen cukup puas terhadap kinerja Presiden Prabowo, 17,1 persen responden menyatakan kurang puas, 2,2 persen tidak puas sama sekali, dan 0,8 persen menjawab tidak tahu atau tidak menjawab. Burhanuddin menjelaskan bahwa tingkat kepuasan tersebut relatif tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan Januari 2025. Bahkan, menurut dia, angka kepuasan Presiden Prabowo lebih tinggi jika dibandingkan dengan awal pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2004 maupun Presiden Joko Widodo pada 2014.
“Approval rating Pak Prabowo lebih tinggi karena Pak Prabowo bukan hanya menggantungkan modal elektoral dari dukungan Pak Prabowo sendiri, tapi juga dari Pak Jokowi,” kata Burhanuddin. Meski demikian, Burhanuddin menilai tingkat kepuasan yang benar-benar kuat masih perlu diperkuat, mengingat responden yang menyatakan sangat puas baru berada di angka 13 persen.
Alasan Publik Merasa Puas
Indikator Politik Indonesia juga menelusuri alasan utama di balik kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo. Berdasarkan hasil survei, alasan paling dominan adalah upaya pemberantasan korupsi. “Alasan utamanya adalah memberantas korupsi. Ini relatif baru, sebelumnya Pak Prabowo umumnya dianggap tegas sebagai faktor yang membuat dirinya dipersepsi baik,” kata Burhanuddin. Sebanyak 17,5 persen responden yang puas menyebut pemberantasan korupsi sebagai alasan utama. Alasan berikutnya adalah Presiden Prabowo dinilai sering memberikan bantuan, dengan persentase 15,6 persen.
Selain itu, publik juga menilai program kerja Presiden Prabowo bagus (11,0 persen), kinerjanya dinilai baik dan memiliki bukti nyata (10,5 persen), serta sosok Prabowo yang dinilai tegas, berwibawa, dan berani (9,7 persen). Faktor lain yang turut disebutkan antara lain program makan bergizi gratis, perhatian kepada rakyat, serta kondisi keamanan yang dinilai meningkat.
Alasan Publik Tidak Puas
Indikator Politik Indonesia juga memotret alasan utama kelompok responden yang menyatakan kurang atau tidak puas terhadap kinerja Presiden Prabowo. Alasan terbesar adalah bantuan yang dinilai tidak tepat sasaran atau kurang merata, dengan persentase 16,2 persen. “Bantuan itu seperti pisau bermata dua. Ada yang puas karena Presiden Prabowo dianggap sering memberikan bantuan, tapi di kalangan yang tidak puas justru bantuan dianggap tidak tepat sasaran,” kata Burhanuddin. Selain itu, responden menilai belum ada bukti nyata kinerja Presiden Prabowo (15,8 persen) dan program kerja belum berjalan maksimal (13,7 persen). Faktor ekonomi juga menjadi sorotan, dengan 9,2 persen responden menilai kondisi ekonomi belum stabil atau memburuk, serta 5,8 persen menyebut sulitnya lapangan pekerjaan.
Basis Kepuasan Didominasi Gen Z
Dari sisi demografi, Burhanuddin menyebut basis utama pemilih yang puas terhadap Presiden Prabowo berasal dari kelompok generasi muda, khususnya Generasi Z. “Penopang utamanya adalah Gen Z. Ini profil pemilih yang menjadi basis pendukung Pak Prabowo di 2024 kemarin,” kata Burhanuddin. Dia menjelaskan, berdasarkan hasil exit poll Indikator pada Pilpres 2024, sebanyak 71 persen pemilih Gen Z mengaku memilih Prabowo Subianto, dan kecenderungan tersebut masih terlihat dalam survei kepuasan ini. “Sepertinya tidak beranjak dari basis pemilih yang puas sama Pak Prabowo. Pemilih yang puas itu lebih banyak datang dari kelompok muda ini,” ujarnya.
Dari sisi gender, tingkat kepuasan sedikit lebih kuat di kalangan perempuan, meski tingkat kepuasan pemilih laki-laki juga tergolong tinggi, yakni 77,9 persen. Dari sisi etnik, kepuasan relatif kuat di kalangan etnik Jawa dan Madura. Sementara itu, tingkat kepuasan relatif lebih rendah, meski masih di atas 50 persen, ditemukan pada etnik Minang dan Betawi. Burhanuddin menyebut Sumatera Barat bukan merupakan basis utama Presiden Prabowo.
Dari sisi wilayah, responden di Jakarta mencatat tingkat kepuasan terendah, yakni 53 persen, meski masih dalam kategori mayoritas puas. “Tingkat kepuasan warga Jakarta jauh di bawah warga Sumatera, Bali-Nusa, Jawa Tengah dan DIY, Jawa Timur, maupun Sulawesi,” ujar Burhanuddin.
Metodologi Survei
Peneliti Indikator Politik Indonesia, Rizka Halida, menjelaskan survei dilakukan melalui wawancara tatap muka terhadap 1.220 responden di seluruh provinsi di Indonesia. “Kami turun lapangan tanggal 15 sampai 21 Januari 2026. Populasi survei adalah warga negara Indonesia berumur 17 tahun atau lebih atau sudah menikah,” ujar Rizka. Dengan jumlah sampel tersebut, survei memiliki margin of error sebesar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel diambil secara acak dan didistribusikan secara proporsional, serta telah melalui proses quality control tanpa ditemukan kesalahan berarti.











