Tanggapan Inayah Wahid terhadap Pelaporan Pandji Pragiwaksono
Inayah Wahid, putri dari Gus Dur, memberikan tanggapan terkait pelaporan yang dilakukan oleh sekelompok pemuda terhadap komika Pandji Pragiwaksono. Ia menyampaikan keheranannya atas langkah tersebut, khususnya mengenai identitas aliansi yang melaporkan Pandji dan dasar hukum yang digunakan.
Pertama, Inayah mempertanyakan identitas aliansi yang menyeret nama Angkatan Muda NU dan Aliansi Muhammadiyah dalam laporan tersebut. Menurutnya, penggunaan nama besar organisasi seperti NU dan Muhammadiyah justru memunculkan kebingungan. Ia menegaskan bahwa pelaporan yang dilakukan Rizki Abdul Rahman Wahid tidak mewakili seluruh anggota NU atau Muhammadiyah.
Kedua, Inayah merasa janggal dengan alasan pelaporan yang membawa materi stand up comedy Pandji ke ranah hukum. Ia menilai bahwa materi komedi seharusnya ditempatkan dalam konteks yang tepat, bukan langsung dibawa ke proses hukum. Dalam penjelasannya, Inayah menyatakan bahwa apa yang disampaikan Pandji adalah fakta yang telah diketahui banyak orang.
Ia juga menyoroti bahwa dirinya sendiri sering me-roasting pihak PBNU menggunakan jokes yang sama dengan Pandji. Namun, ia heran mengapa dirinya tidak ikut dilaporkan oleh Rizki. “Saya sendiri udah berapa kali juga meroasting PBNU untuk alasan yang sama, membuat jokes tentang hal itu tapi sama mas Rizki enggak dituntut,” ujar Inayah.
Inayah menjelaskan bahwa meskipun ia tidak mempermasalahkan jika Rizki ingin melaporkan Pandji ke polisi, yang perlu ditegaskan adalah bahwa Rizki tidak mewakili NU sama sekali. “Itu kan subjektif. Mas Rizki bisa merasa terhina ya bisa aja mungkin sebagai nahdiyin. Tapi mas Rizki mau menuntut ya monggo aja. Tapi tuntutan itu tidak mewakili nahdiyin, tidak mewakili organisasi NU,” ujar Inayah.
Lebih lanjut, Inayah mempertanyakan lembaga yang diwakili oleh Rizki. Menurutnya, di NU sendiri tidak ada aliansi pemuda seperti yang dikatakan Rizki. “Enggak ada yang namanya aliansi muda NU, lembaga itu enggak ada di NU sendiri. Jadi enggak tahu dia itu mewakili siapa?” tanya Inayah.
Respons dari Aliansi Muda Muhammadiyah
Di sisi lain, Aliansi Muda Muhammadiyah juga memberikan respons terkait pelaporan terhadap Pandji Pragiwaksono. Ketua Aliansi Muda Muhammadiyah, Tumada, menyatakan bahwa pihaknya tidak berniat memidanakan Pandji. Kata Tumada, pelaporan tersebut dilakukan karena ada kader yang tersinggung dengan materi Pandji di Mens Rea.
Dalam materi stand up-nya, Pandji menyinggung soal Muhammadiyah dan NU yang mendapatkan jatah pengelolaan tambang karena memberikan suara warganya untuk presiden terpilih, Prabowo Subianto. Tumada menegaskan bahwa yang diinginkan aliansi adalah perdamaian lewat jalur hukum. “Langkah yang kami tempuh itu bukan semata-mata untuk pemidanaan (Pandji), melainkan sebagai mekanisme klarifikasi dan evaluasi melalui jalur yang sah,” imbuh Tumada.
Tumada juga membuka kesempatan perdamaian untuk Pandji. “Kami tetap terbuka jika ke depannya memang ada ruang komunikasi yang konstruktif,” kata Tumada. Namun, ia menekankan bahwa aliansi hanya ingin menyelesaikan masalah melalui jalur hukum sesuai ketentuan yang berlaku.











