"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Bandia, Anak Petani dari Mamasa, Kini Duduk di DPRD Mateng

Latar Belakang Seorang Anggota DPRD yang Berawal dari Petani

Bandia, seorang anggota DPRD Mamuju Tengah periode 2024-2029, memiliki latar belakang yang cukup unik. Ia lahir di Desa Tondok Salu, Kecamatan Messawa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Sebelum menjabat sebagai wakil rakyat, ia adalah anak seorang petani yang tinggal di kampung kecil. Perjalanan dari Tondok Salu ke Topoyo, ibu kota kabupaten Mamuju Tengah, memakan waktu sekitar 5 hingga 6 jam dengan jarak sekitar 200-230 kilometer.

Kabupaten Mamasa dikenal akan lahan sawah yang luas di wilayah pegunungan. Hal ini membuat Bandia mengawali kehidupannya sebagai petani. Ia lahir pada 23 Maret 1973 dan merupakan anak kelima dari tujuh bersaudara pasangan Alm. Masse dan Alm. Sembo. Meskipun berasal dari keluarga sederhana, ia tidak pernah berhenti berusaha untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

Perjalanan Karier yang Dinamis

Tangan kasar yang terbiasa mencangkul dan menuai hasil bumi membawanya menjadi pengusaha hasil bumi pada tahun 2003. Namun, ia tidak ingin terus-menerus menjadi petani. Pada tahun 2018, ia merambah ke bisnis sarang walet dan kelapa sawit. Saat ini, ia masih menjalankan usaha tersebut sambil tetap menjalankan tugas sebagai anggota DPRD.

Bandia kini telah berkeluarga dengan Sappe dan dikaruniai tiga orang anak. Meski sibuk dengan aktivitas politik, ia tetap menjaga hubungan dekat dengan kebun dan usaha waletnya. “Saya masih turun ke kebun kalau ada waktu luang. Itu yang bikin saya tetap ingat bahwa saya ini petani,” katanya sambil tersenyum.

Ia menyadari betul susahnya menjadi petani. Oleh karena itu, ketika ada kesempatan masuk ke DPRD, ia ingin memperjuangkan nasib petani dan masyarakat kecil.

Pendidikan dan Aktivitas Organisasi

Pendidikan dasarnya dilakukan di SD Paladan, Mamasa, kemudian melanjutkan ke SMP Paladan dan menyelesaikan pendidikan menengahnya di SMA Mamuju. Meski tidak sempat mengenyam pendidikan tinggi, pengalaman hidupnya membentuknya menjadi sosok yang dekat dengan masyarakat.

Aktivitas organisasinya sangat padat. Sejak tahun 2005, ia aktif sebagai pengurus Majelis Gereja Toraja Mamasa. Ia juga pernah bergabung dengan GMKI semasa muda. Langkah politiknya dimulai sejak 2018 ketika bergabung dengan PDI Perjuangan (PDIP) Kabupaten Mamuju Tengah. Perjalanan panjang itu akhirnya membawanya ke kursi DPRD Mateng setelah berhasil meraih suara cukup signifikan dalam Pemilu 2024.

Tantangan dalam Menjalankan Tugas

Kini, sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihannya, ia membawa harapan besar dari warga. Namun, tantangan besar kini menghadang. Kebijakan efisiensi anggaran yang digalakkan pemerintah pusat berdampak pada pemotongan berbagai pos anggaran, termasuk yang berkaitan dengan kunjungan kerja dan penyerapan aspirasi masyarakat (reses).

Bandia mengaku dilema. Di satu sisi, ia harus mematuhi kebijakan efisiensi. Di sisi lain, ia merasa bertanggung jawab untuk terus turun ke bawah mendengar keluh kesah masyarakat. “Reses itu penting. Kalau hanya duduk di kantor, mana bisa kami tahu apa yang dirasakan masyarakat? Tapi kalau anggaran dipotong, bagaimana kami bisa turun? Ini dilema yang saya rasakan,” ungkapnya dengan nada prihatin.

Tetap Konsisten Mengawal Aspirasi Rakyat

Meski demikian, Bandia bertekad untuk tetap konsisten mengawal aspirasi masyarakat dengan cara-cara lain. Ia memanfaatkan waktu luang di akhir pekan untuk mengunjungi konstituen meski tanpa agenda resmi. Kadang ia sengaja mampir ke kebun-kebun warga atau sekadar duduk di warung kopi untuk mendengar cerita mereka.

“Yang penting niat. Kalau niatnya untuk rakyat, pasti ada jalan. Saya tidak mau jadi wakil rakyat yang hanya enak-enakan di kantor,” tegasnya.

Sebagai anggota dewan dari Fraksi PDIP, Bandia berkomitmen untuk terus memperjuangkan kepentingan petani dan masyarakat kecil. Ia berharap kebijakan efisiensi anggaran tidak sampai mematikan fungsi pengawasan dan aspirasi dewan. “Efisiensi boleh, tapi jangan sampai rakyat yang menderita. Kami di DPRD harus tetap bisa menjalankan fungsi kami dengan baik,” pungkasnya.

Biodata Singkat Bandia

  • Nama: Bandia
  • Tempat/Tanggal Lahir: Tondok Salu, 23 Maret 1973
  • Alamat: Dusun Tappakannai, Desa Batuparigi
  • Hobi: Berkebun
  • Cita-cita: Pengusaha

Riwayat Keluarga:

  • Istri: Sappe
  • Anak: 3
  • Ibu: Alm. Sembo
  • Ayah: Alm. Masse
  • Saudara: 7 (anak ke 5)

Riwayat Karir:

  • Petani (2000 – 2003)
  • Pengusaha Jual Hasil Bumi (2003 – 2018)
  • Petani Walet (2018 – sekarang)
  • Pengusaha Sawit (2018 – sekarang)
  • Anggota DPRD Mateng fraksi PDIP (2024 – 2029)

Riwayat Pendidikan:

  • SD Paladan Mamasa
  • SMP Paladan Mamasa
  • SMA Mamuju

Riwayat Organisasi:

  • Majelis Gereja Toraja Mamasa (2005 – sekarang)
  • GMKI

Riwayat Partai:

  • PDIP Mateng (2018 – sekarang)


admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *